ALLAH YANG MENYUSUTKAN

Sabtu, 3 Agustus 2019

Pdt. Jefri Wungow
Bacaan : Daniel 11:31-35

Kitab Daniel adalah salah satu kitab di Perjanjian Lama yang berisi tentang akhir zaman, sedangkan di Perjanjian Baru kita dapat menemukan penyingkapan akhir zaman dalam kitab Wahyu. Oleh karena itu kitab Daniel dan kitab Wahyu dapat disandingkan, tetapi penyingkapan yang lebih jelas ada di kitab Wahyu karena kedua kitab ini jaraknya 500 tahun. Kita saat ini sudah berada di akhir zaman, tanda-tandanya sudah mulai terlihat, oleh karena itu kita harus benar-benar mengerti Firman Tuhan dan mengenal Allah. Jangan seperti burung unta yang jika melihat bahaya justru memasukkan kepalanya ke dalam pasir, dengan anggapan bahwa jika kita tidak melihat bahaya maka bahaya itu tidak akan datang.

Allah kita adalah Allah yang memiliki 2 sisi, Ia menghidupkan dan mematikan, Ia menambahkan dan mengurangi, Ia memberi dan mengambil, Ia menanam dan mencabut, Ia mengangkat dan menurunkan, Ia melimpahkan dan menyusutkan. Kita tidak bisa memilih hanya mau mengalami sisi Allah yang baik-baik saja, karena Allah kita adalah Allah Yang Benar, yang akan mendisiplinkan kita jika ada sesuatu yang salah. Tetapi, apapun yang Tuhan lakukan dalam kehidupan kita, baik itu melimpahkan ataupun menyusutkan, Tuhan pasti mempunyai suatu tujuan.

Tokoh-tokoh dalam Alkitab yang mengalami 2 sisi Allah ini antara lain Ayub, Gideon, Paulus. Ayub adalah orang yang sangat diberkati dan ia menjadi orang terkaya di timur, tetapi dalam sekejap semua hartanya hilang, 10 anaknya mati, bahkan kesehatannya hilang. Namun Ayub sama sekali tidak marah kepada Allah. Gideon diutus Tuhan untuk melawan bangsa Midian yang berjumlah 125.000 orang. Maka Gideon pergi bersama 32.000 rakyat Israel tetapi Tuhan berfirman bahwa terlalu banyak rakyat yang bersama Gideon. Tuhan menyaring rakyat Israel hingga hanya 300 orang yang pergi berperang bersama Gideon. Dan akhirnya Gideon bersama 300 rakyat Israel dapat mengalahkan orang Midian tanpa ikut berperang. Paulus mengatakan dalam Flp. 4:12, “aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan.”

Dalam Dan. 11:35 kita dapat melihat adanya penyusutan pada orang-orang bijaksana yaitu dengan pengujian, penyaringan, dan pemurnian. Orang-orang bijaksana yang dimaksud adalah umat yang mengenal Allahnya (ay 32), yang membuat banyak orang mengerti (ay 33), dan yang memiliki pengertian rohani (FAYH). Orang-orang bijaksana ini adalah kita semua. Dalam Dan. 12:3 dikatakan bahwa orang-orang bijaksana itu seperti bintang-bintang yang bercahaya yang menuntun kepada kebenaran. Tetapi dalam Why. 12:4 dikatakan bahwa sepertiga bintang-bintang di langit akan diseret oleh ekor naga sehingga jatuh. Ini adalah bahasa nubuatan tentang kejatuhan anak-anak Tuhan dan ini adalah bagian dari penyusutan yang dilakukan Allah.

Dalam Dan. 11:31-32 dikatakan bahwa orang-orang yang berlaku fasik terhadap Perjanjian akan dibujuk oleh tentaranya sampai murtad dengan kata-kata licin. Ayat ini adalah nubuat keadaan pada masa menjelang kedatangan Tuhan yang kedua kali. Perjanjian yang dimaksud adalah Firman Tuhan, sedangkan tentara yang dimaksudkan disini adalah roh Antikristus yang dapat membuat orang kehilangan iman. Orang-orang yang tahu Firman tetapi tidak setia terhadap Firman, orang-orang inilah yang akan jatuh ketika Tuhan melakukan pengujian, penyaringan, dan pemurnian. Jadi penyusutan yang pertama akan terjadi pada orang-orang fasik sehingga yang tersisa adalah umat yang mengenal Allah. Dari umat yang mengenal Allah ini akan dilakukan penyusutan lagi sehingga yang tersisa adalah umat Allah yang benar-benar murni karena Allah kita kudus, Ia tidak suka terhadap dosa.

Dalam KJV pengujian dituliskan dengan “to try them” (menguji mereka). Ini digambarkan seperti emas yang diuji dengan cara dicairkan ke dalam api yang suhunya sangat tinggi supaya campuran-campuran lain bisa disingkirkan sehingga dapat menghasilkan emas yang murni. Penyaringan dituliskan dengan “to purge” (membersihkan, menyingkirkan). Allah akan membersihkan kita dengan cara menyingkirkan yang kotor dari kehidupan kita kemudian memperbarui seluruh hidup kita sehingga kita akan berpikir, berkata-kata, dan bertindak seperti Kristus.  Pemurnian dituliskan dengan “to make them white” (memutihkan, menyucikan). Allah melakukan ini untuk mendapatkan anak-anak Tuhan yang berkomitmen untuk hidup kudus.

Oleh karena itu, kunci untuk kita dapat lolos dari pengujian, penyaringan, dan pemurnian adalah dengan berkomitmen untuk terus bertumbuh dalam pengenalan akan Allah hingga kita mencapai pengetahuan yang penuh akan Allah melalui Firman Tuhan (Dan. 11:32; Ef. 4:11-15). Penyusutan pada prinsipnya sama dengan pemisahan (Mat. 24, 25). Jadi biarlah Firman Tuhan terus tinggal di dalam hidup kita sehingga kita tidak mudah jatuh dan dapat lolos dari penyusutan. (LC)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *