Anda Adalah Anak

Ibadah Sabtu, 10 November 2018

Pdt. Simon Kostoro


Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” Matius 5:16

Ayat ini pertama kalinya di Perjanjian Baru yang mengatakan bahwa Allah adalah Bapamu. Salah satu perbedaan mencolok antara Perjanjian Baru dan Perjanjian Lama adalah, di Perjanjian Baru berkali-kali Allah menyatakan diriNya sebagai Bapa sedangkan di Perjanjian Lama jarang ditemukan. Di Perjanjian Lama, Allah seringkali digambarkan sebagai Hakim , manusia harus menghadapNya dengan penuh ketakutan. Di Perjanjian Baru, Allah melalui AnakNya tampil beda. Ia menyatakan diriNya sebagai Bapa dan kita anak-anakNya.

Beberapa bukti:

  • Kata “Bapamu atau Bapa kita” di PB muncul 53x, sedangkan di PL hanya muncul 2x
  • Di 15 Tuhan Yesus memberi perumpamaan tentang anak yang hilang dimana Tuhan menunjukkan bahwa Bapa itu adalah Bapa yang baik, setia menunggu anakNya kembali.
  • 8:15 – kita diberi Roh Anak.

Hal ini sangat luar biasa, karena kita boleh menyebut Allah Sang Pencipta sebagai Bapa.

Apa yang mau disampaikan dan apa dampaknya bagi kita?

  1. Hubungan kasih

Hubungan Allah dengan kita bukan sekedar hubungan Sang Pencipta dengan ciptaannya atau raja dengan rakyatnya tetapi hubungan kasih antara Bapa dengan anakNya.

  1. Hubungan yang dekat

Di dalam Ul. 32:6 Musa sudah menyadari bahwa Allah itu dekat dengan umatNya.

  1. Hubungan yang kuat (permanen, tidak mudah putus)

Hubungan antara bapa dan anak adalah hubungan yang kuat, permanen dan tidak mudah putus, bukan seperti hubungan tuan dan hamba (Yoh. 8:35). Sebab itu percayalah Ia adalah Bapa yang tidak pernah meninggalkan kita.

Bapa kita ini Bapa yang bagaimana? (Mat. 5-7)

  1. Bapa yang sempurna (Mat. 5:48)

Kesempurnaan diukur dari bagaimana kita mengasihi orang yang membenci kita. Sebab itu tetaplah memberkati orang yang jahat terhadap kita.

  1. Bapa yang melihat hal-hal yang tersembunyi (Mat. 6:4,6,18)

Apa yang tersembunyi itu?

Ibadah (pelayanan) kita, pikiran (niat hati) kita, beban-beban kita, semua Bapa perhatikan.

  1. Bapa yang mengerti kebutuhan anakNya (Mat. 6:8, 31-33)

Sebelum kita mengutarakan, Bapa sudah tahu apa yang menjadi masalah dan pergumulan kita.

Apa yang Bapa harapkan dari hubungan ini?

  1. Rasa hormat (Mal. 1:6)

Kitab Maleakhi adalah isi hati Allah sebelum Ia membisu selama 400 tahun . Apa yang Ia harapkan dari umatNya? Rasa hormat! Sebagai anak, marilah kita belajar menghormati Bapa termasuk juga bapa yang ada di dunia ini (Ep. 6:1-3). Lalu bagaimana cara menghormati Bapa? Dengan hidup benar di hadapan Tuhan.

  1. Mengenal Dia (Hos. 6:3)

Bapa ingin supaya kita lebih mengenal Dia. Bagaimana kita bisa mengenal Tuhan? Yaitu melalui FirmanNya. Bagi Paulus, pengenalan akan Tuhan adalah segala-galanya (Fil.3:8)

  1. Kita memakai hak kita sebagai anak (Mat. 7:7-8)

Apakah hak yang dimaksud disini? Yaitu MEMINTA. Tanda bahwa seseorang adalah anak, yaitu ia tidak segan untuk meminta sesuatu kepada orangtuanya. Firman Tuhan berkata : mintalah maka kamu akan menerima, carilah maka kamu akan mendapat, ketoklah maka pintu akan dibukakan karena Dia adalah Bapa yang baik yang mau mengabulkan permintaan, kebutuhan anak-anakNya (Yoh. 16:24). Tuhan ada di tengah kita dan berfirman. Yakini dan tangkap ini sebagai rhema maka kita akan menerima apa yang kita minta.

Kesimpulan

Tuhan mau kita menyadari bahwa kita adalah anak-anakNya. Sebab itu nikmati hubungan yang dekat dengan Bapa sorgawi dan alami kebaikanNya dalam hidupmu. Selamat menjalani hidup sebagai anak-anak Allah. Tuhan memberkati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *