Hadirat Tuhan

Pdt. Robert G. Brodland

Sabtu, 24 Agustus 2019

“Maka sekarang, jika aku kiranya mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, beritahukanlah kiranya jalan-Mu kepadaku, sehingga aku mengenal Engkau, supaya aku tetap mendapat kasih karunia di hadapan-Mu. Ingatlah bahwa bangsa ini Umat-Mu.” Lalu Ia berfirman: “Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan ketenteraman kepadamu.” Berkatalah Musa kepada-Nya: “Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini. Dari manakah gerangan akan diketahui, bahwa aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, yakni aku dengan umat-Mu ini? Bukankah karena Engkau berjalan bersama-sama dengan kami, sehingga kami, aku dengan umat-Mu ini, dibedakan dari segala bangsa yang ada di muka bumi ini?” (Keluaran 33:13-16)

Musa sebagai pemimpin Israel meminta jaminan kepada Tuhan bahwa Ia sendiri yang akan memimpin mereka, dan kalau tidak, maka ia tidak mau berjalan. Prinsip Musa ini juga sangat penting bagi kita, sebab menunjukkan bahwa kita mau selalu bersandar pada hadirat Tuhan. Dengan begitu kita akan menjadi orang yang berani karena Tuhan menyertai (Ibr. 13:5-6).

Tanda-tanda atau bukti  bahwa ada kehadiran Tuhan:

  1. Persatuan (Mat. 18:20)

Ketika ada dua atau tiga orang berkumpul dalam nama Tuhan, maka Tuhan hadir di situ. Saat ada persatuan, termasuk dalam rumah tangga, maka hadirat Tuhan ada. Rom. 12:5 juga menggambarkan mengenai persatuan gereja. Ada keutuhan dalam gereja yang dilihat oleh Tuhan.

  1. Hati berkobar-kobar (Luk. 24:32)

Dalam pasal terakhir injil Lukas, setelah Yesus bangkit tertulis mengenai dua orang yang berjalan bersama menuju Emaus. Mereka tidak sadar bahwa Yesus yang sudah bangkit sedang berjalan bersama mereka. Dikatakan bahwa mata mereka tertahan, mereka hanya melihat jalan yang di depan mereka, tidak menyadari bahwa Yesus sedang berjalan bersama mereka. Namun demikian dalam Injil ini dikatakan bahwa hati mereka berkobar-kobar saat Yesus berjalan bersama mereka, meskipun mereka belum sadar. Mereka merasakan berkat dan kehangatan bersama Yesus. Ada kalanya kita tidak sadar bahwa Dia sedang bersama kita, tetapi hati kita tenang karena kita yakin bahwa di manapun kita berada, Yesus selalu mendampingi.

  1. Kesukaan hati (Mzm. 16:11)

Ketika kita berjalan, sekalipun itu jalan yang sukar dan penuh tantangan, Dia berjanji bahwa ada sukacita berlimpah-limpah bersama dengan-Nya.

  1. Kesembuhan (Luk. 5:17)

Bilamana Yesus hadir, maka kuasa-Nya selalu ada untuk menyembuhkan.

  1. Kedamaian (Yoh. 14:27)

“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” Artinya Dia hadir, dan meninggalkan damai sejahtera itu. 

Kita boleh yakin bahwa Dia hadir dalam kehidupan kita dan Dia memberikan kepada kita persatuan, hati yang berkobar-kobar, kesukaan hati, kesembuhan dan kedamaian. Karena itu teruslah melangkah dalam pimpinan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. (MT)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *