Hai Manusia, Perhatikan Kita Hidup. Janganlah Lengah!

Pdt. Yos Hartono

Sabtu, 10 Agustus 2019

Hidup terus berjalan dari detik ke detik, kita tidak bisa menebak apa yang akan terjadi dan apa yang akan kita alami. Yang terpenting adalah kita harus menyiapkan diri untuk apapun yang akan terjadi. Dalam Kej. 3:1-7 terdapat sebuah tragedi kemanusiaan yang sangat fatal, yang berkepanjangan dan yang berakibat hingga hari ini. Paulus berkata bahwa karena satu orang berdosa, maka semua orang menjadi berdosa. Namun karena pengorbanan satu orang bernama Yesus Kristus, maka semua orang berdosa menjadi selamat dan dibenarkan (Rom. 5:15). Paulus mengingatkan hal ini kepada kita supaya tragedi ini tidak terulang kembali.

Jatuh dalam banyak aspek itu sakit, malu, dan harga diri tercoreng. Orang yang mengalami kejatuhan butuh waktu lama untuk membuat dirinya bangkit kembali. Kita harus berhati-hati agar jangan sampai jatuh. Adam dan Hawa jatuh karena mereka tidak kuat menghadapi sebuah godaan. Ironisnya kehidupan manusia itu tidak pernah steril dari godaan. Manusia dimanapun dia hidup dan kapanpun dia hidup, posisinya akan selalu rawan untuk jatuh karena dimana saja dan kapan saja ada godaan.

Adam dan Hawa jatuh di Firdaus. Padahal Firdaus adalah tempat yang khusus diciptakan Tuhan kepada mereka untuk dinikmati dengan fasilitas lengkap dimana manusia dapat menikmati apa saja yang diinginkan tanpa perlu bersaing dengan pesaing-pesaing lainnya. Namun di tempat seideal Firdaus saja mereka bisa jatuh karena godaan. Bayangkan di situ tidak ada polusi, tidak ada orang lain yang merampas haknya, tidak perlu rebutan untuk dapat rejeki, hubungan dengan Tuhan dekat. Tapi toh di sana masih ada tragedi manusia tergoda dan jatuh.

Mari bandingkan dengan keadaan di jaman sekarang ini. Untuk mendapat apapun semua harus bersaing karena manusia ada banyak sekali. Peluang-peluang harus direbut, manusia harus berkompetisi untuk memperoleh yang diinginkannya. Dalam pekerjaan, dalam posisi, dalam kuliah semua harus bersaing. Bersaing obyektif masih oke, tapi menjatuhkan dengan cara yang keji tidaklah baik. Tidak hanya di sekitar kita, ada juga godaan yang ada dalam diri kita.

Apa saja godaan yang kita hadapi yang membuat kita jatuh dan lengah jika tidak berjaga-jaga?

  1. Godaan yang kelihatan oleh mata. 

Semua yang kelihatan bisa jadi godaan. Seperti Hawa melihat buah yang menarik, dia tergoda, terlebih si penggoda (ular) ada di situ untuk menggodanya. Entah manusia, barang-barang, benda-benda, semua yang bisa kita lihat, semua bisa menyebabkan kita tergoda.

  1. Godaan yang tidak kelihatan tapi nyata.
  2. Pikiran – Fil. 4:6-7.

Kuatir dalam bahasa Yunani = pecah, tidak fokus. Ketika pikiran kita pecah dan tidak terarah pada satu fokus, energi akan boros, konsentrasi akan pecah, tubuh lemah, dan kita lesu. Itu mempengaruhi perasaan. Jangan dianggap remeh! Dalam 1 Pet. 5:7 kita dapat melihat betapa bahayanya pikiran dan konsentrasi yang pecah. Serahkanlah kuatirmu kepada Tuhan. Kuatir membuat pikiran kita terpecah. Pikiran yang terpecah akan membuat fisik menjadi lemah, sehingga membuat aktifitas berkurang dan akhirnya produktifitas berkurang. Selera makan hilang, tidur pun menjadi tidak nyenyak. Saat kekebalan tubuh berkurang, di situlah virus mudah masuk. Apalagi jika dari pikiran sudah turun mengganggu hati dan perasaan. Betapa bahayanya pikiran dan perasaan yang pecah! Itu pasti akan mengganggu seseorang. Beberapa cara untuk kita bisa menjaga pikiran supaya tidak menjadi sesuatu yang berdampak fatal dalam diri kita:

  1. Fil. 4:6-7 – damai sejahtera Allah mengawal hati dan pikiran.

Kita berikan ruang untuk dikawal dengan damai sejahtera melalui doa, permohonan, dan ucapan syukur. Sampaikan kepada Tuhan apa yang kita pikirkan. Kemudian apa yang akan kita peroleh? Damai sejahtera Allah! Betapa pentingnya doa. Doa adalah upaya menjalin hubungan dengan Tuhan. Doa bukan sekedar meminta, tapi doa adalah suatu wujud seseorang menjaga hubungan dengan Tuhan lewat menyembah dan mengucap syukur. Di situlah damai sejahtera Allah hadir mengawal pikiran dan hati kita. Jangan berdoa hanya saat mempunyai masalah atau kebutuhan, karena doa pada hakikatnya adalah komunikasi dengan Tuhan. Saat pikiran dibiarkan liar, hati-hati karena itu akan menjadi penggoda diri kita. 

  1. Fil. 4:8 – aktifkan pikiran untuk hal-hal positif.

Jangan biarkan pikiran kita kosong, supaya jangan dimanfaatkan oleh roh jahat. Gunakan pikiran untuk memikirkan hal yang benar, mulia, adil, suci. Pikiran ini akan mempengaruhi tindakan. Tindakan pun menjadi benar, mulia, adil, dan suci. Jangan kita jadi korban dari pikiran kita. Pikirkanlah semuanya itu supaya tidak jatuh.

  1. Kol. 3:1-2; 2 Kor. 10:3-4 – perjuangan dalam dunia harus berorientasi dengan Roh Allah dan firman kebenaran.

Pikirkan perkara yang di atas bukan yang di bumi. Spirit harus dalam Kristus! Jika pikiran kita dikuasai oleh Roh Kristus, maka perbuatan-perbuatan kita akan mengikuti. Jaga pikiran dan keinginan kita supaya dikawal oleh damai sejahtera Allah. 

  1. Keinginan

Pikiran bisa mempengaruhi perbuatan. Keinginan kita juga bisa mempengaruhi perbuatan. Kenapa bisa mencuri? Diawali dengan keinginan terhadap barang yang ingin dicuri. Kenapa keinginan itu datang? Diganggu oleh pikiran bahwa barang itu bagus, mahal, seandainya dipakai akan membuat tambah keren. Hal tersebut mendorong perbuatan untuk mencuri. Waspadalah supaya pikiran dan keinginan kita tidak dikuasai roh jahat, karena kita bisa kehilangan damai sejahtera!

  1. Roh-roh jahat di udara

Ijinkan damai sejahtera Allah saja yang memelihara pikiran dan hati kita, supaya tidak ada tempat untuk roh jahat menguasainya. Bayangkan betapa buruknya jika roh jahat yang menguasai hati dan pikiran kita. Pikiran kita buruk, keinginan buruk, dan perbuatan pun akan buruk. Waspada!

Hal-hal tersebut tidak kelihatan namun begitu iblis datang menggoda kita, segala kemungkinan bisa terjadi dan tanpa disadari kita sudah jatuh dalam perbuatan dosa. Ketika pikiran dan keinginan tergoda, seseorang dalam kondisi lengah, yang terjadi adalah perbuatan. Perbuatan didasarkan dari pikiran dan keinginan. Karena itu perhatikan apa yang kita pikirkan dan apa yang kita inginkan.

Maz 1:1-3 “Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.”

Merenung = menggunakan pikiran dan perasaan nurani.

Siang dan malam = menjadikan firman siang dan malam sebagai orientasi dan acuan kehidupan.

Taruhlah firman di hati dan pikiran kita, maka firman itu pasti akan mempengaruhi perbuatan kita sehingga berkenan kepada Tuhan. Kunci kehidupan untuk dapat menikmati suasana Firdaus kembali adalah ketika 24 jam pikiran kita mengacu kepada firman dan dikuasai oleh damai sejahtera Allah. Tuhan memberkati! (KS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *