Iman Yang Hidup

Ibadah Minggu, 2 Desember 2018

Pdt. Simon Kostoro


Kita anak-anak Tuhan dikatakan sebagai orang yang beriman, tetapi belum tentu iman kita adalah iman yang hidup. Iman yang hidup adalah iman yang mengalami mujizat, iman yang dapat membawa kita melewati ujian dan pencobaan, iman yang diwujudkan dalam bentuk kasih kepada sesama.

“Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.” (Ibr 6:11)

Beberapa contoh dari alkitab mengenai iman yang hidup:

  1. Iman yang percaya pada otoritas (Luk.7:1-10)

Di dalam Lukas 7:1-10, ada seorang perwira Romawi yang datang kepada Yesus bukan karena kebutuhannya, tetapi karena kebutuhan hambanya yang sakit keras. Perwira ini berkata kepada Yesus ,”Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku;  sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.” Perwira ini hanya minta sepatah kata, ia yakin sepenuhnya dengan otoritas perkataan (firman) Tuhan. Jika kita renungkan kembali, sepatah kata yang diucapkan oleh Allah mempunyai kuasa yang dahsyat! Di dalam kitab kejadian pun, langit dan bumi ini diciptakan Allah hanya dengan sepatah kata “ JADILAH.. “ Inilah contoh dari iman yang membuat Yesus kagum hingga akhirnya Ia mengadakan mujizat dan hamba perwira ini sembuh!

  1. Iman yang “ngeyel” (Mat.15:21-28)

Seperti Yakub yang berkata kepada malaikat yang bergumul dengan dia di tepi sungai Yabok, “Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku.” Karena iman Yakub yang “ngeyel” ini, akhirnya ia pun diberkati. Selain itu di dalam injil Markus juga dituliskan cerita mengenai seorang wanita non Yahudi yang juga “ngeyel” untuk mendapatkan kemurahan Yesus supaya anaknya yang hampir mati disembuhkan. Tetapi Yesus berkata bahwa Ia datang hanya untuk bangsa Yahudi (waktu itu injil memang hanya untuk orang Yahudi, tetapi setelah Yesus disalib dan bangkit, Injil untuk semua bangsa), “ Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” Anak-anak yang dimaksud Yesus adalah bangsa Yahudi, tetapi di luar dugaan ibu ini tidak tersinggung, ia tetap minta kepada Yesus dan menjawab dengan imannya yang teguh,”Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.” Dengan imannya yang teguh dan pantang menyerah, Yesus pun menyembuhkan anaknya. Kita juga sering mendengar ayat “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu (Mat 7:7).” Sudahkah kita memegang ayat ini dan tidak putus asa walau doa kita belum dijawab oleh Tuhan. Milikilah iman yang “ngeyel” ini!

  1. Iman yang fokus (Mrk.5:25-34)

Seorang wanita yang sakit pendarahan 12 tahun sudah mencari pengobatan ke mana-mana hingga hartanya habis akhirnya mendapat kesembuhan melalui Yesus sang tabib yang ajaib karena imannya yang fokus. Perempuan ini bertekad untuk menjamah jumbai jubah Yesus dengan keyakinan akan sembuh. Di tengah-tengah kerumunan orang banyak, matanya “hanya tertuju” pada jumbai jubah Yesus. Saat ia berhasil menjamah jumbai jubah Yesus dengan susah payah, kuasa Yesus mengalir dalam dirinya dan mendatangkan kesembuhan! Mengapa hal ini dapat terjadi saat begitu banyak orang bersentuhan dengan Yesus dalam kerumunan orang banyak, tetapi saat perempuan ini menjamah jumbai jubah-Nya, Yesus merasakan ada kuasa yang keluar dari diri-Nya? Kuncinya adalah iman yang fokus! Kita butuh sebuah ketetapan hati untuk mendapatkan mujizat!

  1. Iman yang berdaya upaya (Mrk.2:1-12)

Iman harus diwujudkan dengan perbuatan kasih. Dalam injil Markus 2:1-12, ada seorang lumpuh yang disembuhkan oleh Yesus. Orang lumpuh ini sembuh, bukan karena imannya sendiri, melainkan karena iman ke empat orang temannya yang berusaha membongkar atap supaya orang lumpuh ini bisa berjumpa dengan Yesus di tengah kerumunan orang banyak. Usaha mereka yang berdaya upaya begitu rupa untuk menolong orang lain disertai dengan iman, menghasilkan mujizat kesembuhan untuk temannya. Kita pun harus berusaha dengan iman agar kita bisa menjadi berkat bukan hanya bagi diri kita sendiri tapi juga untuk orang lain.

Apakah anda rindu memiliki iman yang hidup seperti beberapa contoh di atas? Kuncinya ialah “PBB” , yakni :

  1. P = Percaya penuh kepada Tuhan yang tidak bisa berdusta dan firman-Nya.
  2. B = Berdoa (Mat 7:7-8)
  3. B = Bertindak (Yak 2:26)

Biarlah iman yang kita miliki bukan “sekedar” iman, tetapi iman yang hidup, iman yang dapat menghasilkan mujizat bagi kita maupun bagi sesama!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *