Jalan Yang Lain

Ibadah Sabtu, 8 Desember 2018

Pdt. Josef S. Minandar (Tegal)


“Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah  mereka ke negerinya melalui jalan lain.” (Matius 2 : 12)

Jika kita baca mulai dari ayat yang pertama, yang dimaksud mereka pada ayat 12 adalah para majus. Mereka adalah orang-orang yang ada di benua Timur dan mereka mendengar kabar tentang lahirnya seorang Raja di atas segala raja. Oleh karena itu mereka tinggalkan segala kepunyaan mereka dan pergi ke Israel. Mereka kemudian datang kepada Herodes untuk mencari tahu keberadaan Yesus. Setelah berbicara dengan Herodes dan menurut petunjuk dari imam-imam maka diketahuilah bahwa Yesus lahir di Betlehem. Mereka ke sana dan  akhirnya dapat bertemu dengan Yesus. Namun, ketika mereka akan kembali, mereka mendapat pesan dari Tuhan melalui malaikat agar mereka mengambil jalan yang lain.

Mengapa Allah mencegah para majus untuk bertemu dengan Herodes? Karena Herodes memiliki tujuan yang buruk dengan meminta para majus kembali, yang bertolak belakang dengan tujuan para majus:

  1. Orang majus mencari Yesus sebagai Raja (Mat. 2:1, 2a)

Orang majus datang secara khusus untuk menemui Yesus, bukan Herodes yang merupakan penguasa Yudea. Jika kita menggunakan tipologi, pada umumnya Herodes digambarkan sebagai penguasa kerajaan kegelapan (Iblis). Maka demikian pula Iblis tidak suka jika kita beribadah kepada Yesus.

  1. Orang majus ingin menyembah Yesus (Mat. 2:2b)

Herodes marah karena ia juga ingin disembah. Demikian juga Iblis tidak suka jika kita menyembah Yesus. Dalam Mat. 4:1-11, Yesus juga dibujuk oleh Iblis untuk menyembahnya. Oleh karena itu Firman Tuhan katakan bahwa Ia mencari penyembah-penyembah yang benar.

  1. Orang majus ingin memberitakan tentang Yesus (Mat. 2:8)

Secara eksplisit, tersirat bahwa Herodes marah karena bukan dia yang dimahsyurkan. Demikian juga Iblis berusaha membungkam kita agar kita tidak bercerita tentang Yesus. Oleh karena itu menjadi tugas kita orang-orang percaya untuk menceritakan tentang Yesus.

Menjelang kedatangan Tuhan yang kedua, Iblis akan berupaya dengan berbagai cara untuk menguasai anak-anak Tuhan dan menggagalkan rencana Tuhan dalam hidup kita. Hal ini tercatat dalam Wahyu 12 dimana kita melihat bahwa gereja sempurna ingin dihambat begitu rupa oleh Iblis. Di ayat pertama kita melihat bahwa yang dimaksud perempuan adalah gambaran gereja Tuhan dimana Kristus adalah mempelai laki-lakinya. Dan di ayat-ayat berikutnya dikatakan ada naga (Iblis) yang mengincar perempuan tersebut. Namun, di ayat ke-6 dikatakan: “Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.” Tuhan memberikan kelepasan bagi gereja-Nya. Pertanyaannya adalah lari dengan kecepatan seperti apa? Di ayat ke-14 dikatakan kita diberi 2 sayap burung nazar yang berbicara tentang Roh Kudus dua kali ganda. Dan hal ini akan digenapi pada peniupan sangkakala yang ke-4 (Why. 8:12, 13)

Sebelum penggenapan itu terjadi, maka Iblis akan berupaya melalui segala aspek untuk menyerang dan menghambat gereja Tuhan. Tetapi percayalah bahwa Tuhan selalu punya cara untuk memberi jalan keluar. Contoh lain tokoh-tokoh dalam alkitab adalah :

  1. Dua pengintai Israel (Yos. 2:1-15)

Dua pengintai Israel diselamatkan dari penjaga-penjaga kota Yerikho oleh Rahab melalui jendela. Demikian juga ada jalan keluar yang Tuhan sediakan untuk gereja-Nya melalui jalan-jalan yang tidak biasa.

  1. Daud (1 Sam. 19:1-24)

Dalam Kis. 13:36a dikatakan Daud hidup melakukan kehendak Allah di zamannya. Oleh karena itulah Daud dipilih Tuhan. Namun roh jahat menguasai Saul sehingga ia berusaha untuk membunuh Daud. Di ayat 11-17, Daud dikepung oleh pasukan Saul di dalam rumahnya, tetapi Mikhal menurunkan Daud melalui jendela sehingga Daud selamat.

  1. Paulus (Kis. 9:25, 2 Kor. 11:32-33)

Ketika Paulus pergi ke Damsyik, ia bertemu dengan Tuhan dan bertobat. Tetapi penguasa-penguasa di sana berusaha untuk membinasakan Paulus. Namun, murid-muridnya menyelamatkan dia melalui jendela.

Jika kita hubungkan dengan peristiwa Nuh, jendela pada bahtera yang dibuat oleh Nuh berada di tingkap atas dan menghadap ke atas, bukan seperti jendela pada umumnya. Jendela yang mengarah ke atas adalah gambaran Pintu Sorga yang Allah selalu buka bagi orang percaya yang selalu berharap dan berdoa kepada Allah. Oleh karena itu, ketika kita diserang dari kiri, kanan, depan, belakang, lihatlah ke atas, jendela Sorga terbuka dan Ia akan memberikan jalan keluar bagi kita. Roh Kudus kiranya menolong kita dan memberi jalan keluar. Tuhan Yesus memberkati. (LC)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *