Karakter Hidup Pelayan Yesus

Pdt. Steven Kilala (Temanggung)

Sabtu, 27 Juli 2019

Bacaan: 1 Korintus 4: 1-2

Dalam 1 Kor. 4:1 dikatakan: “Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba…” Rasul Paulus menyebut dirinya sebagai seorang hamba, yang artinya sama dengan menjadi budak Kristus. Setiap pelayan baik itu hamba Tuhan atau pelayan Tuhan adalah sama di mata Tuhan karena kita mempunyai Tuan yang sama, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Karena itu pelayan Tuhan, siapapun dia, harus melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh.

Sebagai pelayan Tuhan kita bisa saja melayani tanpa berdoa, namun pelayanan yang demikian tidak akan mempunyai kuasa karena dilakukan dengan kebiasaan. Kita harus ingat bahwa jika kita dipercaya untuk melayani Tuhan sampai sekarang, maka sekecil apapun pelayanan kita, itu merupakan sebuah anugerah. Oleh karena itu kita tidak bisa berbangga diri untuk pelayanan yang kita lakukan karena Tuhan menilai pelayanan seseorang bukan karena kehebatan atau kemampuan (skill) kita. Tuhan menilai kerendahan hati dan sikap kita dalam melayani, apapun pelayanannya. Dan salah satu karakter yang dituntut dari pelayan Tuhan adalah dapat dipercaya.

Kita juga harus memperhatikan kehidupan kita sebagai pelayan Tuhan ketika kita berada di luar gereja. Apakah kita sudah menjadi berkat ketika kita bertemu dengan orang-orang di luar sana yang belum mengenal Tuhan? Ada satu contoh dalam Mat. 24:45-47 (perumpamaan tentang hamba yang setia dan hamba yang jahat). Dalam perumpamaan ini orang yang bisa dipercaya adalah orang yang mempunyai integritas, yaitu orang yang tetap melakukan tugasnya baik ketika dilihat maupun tidak dilihat orang lain.

Bila kita dipercaya menjadi seorang pimpinan, maka kita harus menyalurkan kasih Kristus dengan menjadi berkat bagi banyak orang. Bila kita dipercaya sebagai seorang pegawai, maka kita harus bisa menjadi teladan dan menunjukkan etos kerja yang baik. Ada berkat yang diberikan kepada orang-orang yang jujur dan mempunyai intergritas saat bekerja (Ams. 11:3). Bila Tuhan yang mengangkat kita, maka tidak ada satupun yang dapat menggagalkannya (Mat. 24:47). Tetapi kita tidak boleh lupa bahwa dalam prosesnya ada syarat yang harus kita lakukan, yaitu mendengarkan perintah Tuhan dan tidak menyimpang dari jalan-Nya (Ul. 28:13-14). Tuhan pasti akan memberkati kita dengan melimpah.

Meminta berkat kepada Tuhan bukanlah hal yang salah, namun melakukan kewajiban kita kepada Tuhan itulah yang harus menjadi prioritas dalam kehidupan kita. Kejujuran juga merupakan hal yang penting dalam kehidupan kita. Bila keluarga kita memelihara kejujuran, maka keluarga kita akan menikmati hal-hal yang besar (Maz. 25:21). Marilah kita maju dalam pelayanan yang Tuhan percayakan dengan gaya hidup yang benar dan sesuai dengan Firman-Nya. Jangan sampai kita “bersandiwara” dengan Tuhan karena Tuhan mengerti apa isi hati kita lebih dari siapapun. Jangan pernah menyerah dan terus lakukan yang terbaik untuk Tuhan. Tuhan pasti tidak akan pernah meninggalkan kita. (NC)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *