Kemerdekaan Kristen

Pdt. Simon Kostoro

Sabtu, 17 Agustus 2019

Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah. 1 Korintus 1:18

Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan. 1 Korintus 2:2

Kemerdekaan adalah sesuatu yang mahal harganya, karena harus dibayar dengan pengorbanan dan perjuangan, serta dengan darah dan air mata. Demikian juga dengan kemerdekaan kita atas dosa. Kita memperoleh kemerdekaan karena pengorbanan Kristus di atas kayu salib. Memang kita menerima kemerdekaan itu secara cuma-cuma, tapi kita harus menyadari bahwa kita menerimanya karena darah Kristus yang sangat mahal harganya.

Karena itu ibadah kita, juga pujian dan penyembahan kita, semuanya harus berfokus pada salib Kristus. Salib yang merupakan kebodohan bagi dunia adalah kemuliaan bagi kita yang diselamatkan. Oleh sebab itu jangan ada seorang pun yang malu akan karya salib, apalagi sampai mengingkarinya. Tapi kita juga tidak perlu kaget kalau mendengar ada banyak orang percaya yang berbalik dan mengingkari karya salib, sebab di akhir zaman ini memang akan terjadi banyak pemurtadan sebelum Antikris itu datang.

Why. 1:5b berkata: “Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya…” Yesus begitu mengasihi kita. Dan kasih itu telah dibuktikan dengan nyata, yaitu dengan menyerahkan diri-Nya menjadi korban yang tersembelih. Dia harus mencucurkan darah-Nya untuk membayar dosa kita, sebab dosa manusia tidak bisa dibayar dengan uang atau darah binatang. Dosa manusia hanya bisa dibayar dengan darah manusia yang tidak tercemar oleh dosa. Dan itu hanya bisa dilakukan oleh manusia Yesus yang tidak berdosa, sebab semua manusia telah berbuat dosa.

Kemudian di dalam Why. 1:6 dikatakan: “dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, — bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.” Setelah dimerdekakan dari dosa, Ia menjadikan kita sebagai imamat rajani atau imam-imam yang berkerajaan. Kapan itu digenapi? Yaitu ketika kita masuk dalam Kerajaan Seribu Tahun Damai. Di sana kita akan menjadi imam-imam yang memerintah. 

Kemerdekaan kita sangat mahal harganya dan memiliki nilai kekekalan. Terimalah anugrah-Nya bila ingin hidup dalam kemerdekaan yang sejati. Dan marilah kita hargai kemerdekaan itu dengan selalu mengingat karya salib Kristus dan tetap berpegang pada salib itu apapun yang terjadi dan berapapun harga yang harus kita bayar. Sekali Yesus tetap Yesus! (XY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *