Mujizat Kedua Yesus

Ibadah Minggu Pagi, 4 November 2018

Rev. Dr. Andrew Tsai – Taiwan


Bacaan: Yohanes 4:46-54

Mujizat kedua yang Yesus perbuat di dunia adalah memberikan “hidup yang baru” kepada anak seorang pegawai istana di Kapernaum sedang sakit dan hampir mati. Ketika pegawai istana itu mendengar soal Yesus yang telah membuat mujizat di pesta pernikahan, ia pun mencari Yesus untuk meminta supaya Yesus menyembuhkan anaknya. Atas perjumpaan itu, Yesus membuat anak pegawai istana itu hidup kembali. Mari kita melihat rahasia-rahasia di dalamnya.

Di dalam kehidupan rohani kita ada sesuatu hal yang sangat penting. Jika kita mengerti hal ini, kita tidak akan menjadi lemah dan tidak akan jatuh karena situasi atau kondisi, namun kita akan tetap kuat. Seperti dalam Rm. 8:28 dikatakan bahwa jika kita ada di dalam Kristus, tidak ada perkara yang tidak baik yang terjadi dalam hidup kita. Setiap hal yang kita alami, juga segala masalah yang datang, bahkan menghadapi maut sekalipun, kita tidak akan pernah lemah dan kecewa. Mengapa? Karena kita menyadari bahwa Allah akan memakai situasi dan kondisi yang kita alami supaya kita dapat mengerti bahwa Dia adalah Allah yang hidup dan berkuasa dalam hidup kita.

Dalam Mzm. 23:4 Daud berkata bahwa meskipun ia melewati lembah bayang-bayang maut, ia tidak takut bahaya karena Engkau menyertainya. Lalu di ayat 5 ia berkata bahwa Tuhan menyediakan hidangan baginya di hadapan musuhnya. Banyak kali saat kita menghadapi musuh, kita lari dan takut. Seringkali kita bertanya-tanya mengapa kita menghadapi hal seperti itu. Ketahuilah bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Penyertaan-Nya sempurna! Musuh atau masalah dapat membawa kebaikan dan berkat bagi kita jika kita hidup di dalam Kristus.

Pegawai istana ini adalah orang yang besar dan berpangkat di kotanya. Ia mempunyai nama, kedudukan dan segala-segalanya. Segala sesuatu dimiliki oleh orang ini, tetapi ketika ia melihat anaknya sedang sakit dan hampir mati, ia tidak dapat berbuat apa-apa. Segala kelimpahan yang dimiliki oleh pegawai istana ini tidak bisa menyembuhkan dan membangkitkan anaknya. Namun ia pernah mendengar soal Yesus dan mujizat yang dilakukan-Nya, maka ia ingin menemui Yesus. Alkitab berkata ia rela berjalan satu hari satu malam dari Kapernaum ke Galilea untuk mencari Yesus dan meminta belas kasihan-Nya.

Yesus adalah Allah yang penuh dengan belas kasihan. Seringkali kita diikat oleh kuasa kegelapan, tetapi Yesus adalah terang hidup kita. Ketika Yesus masuk ke dalam hati kita, Dia membawa pengharapan. Orang yang mencari Tuhan tidak akan kekurangan sesuatu yang baik (Mzm. 34:11). Seperti Daud berkata dalam Mzm. 23: “Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku”, ketika kita diam di dalam Kristus, Ia akan masuk ke dalam hidup kita dan kita akan hidup dalam terang, damai, dan sukacita-Nya. Kita mendapatkan kekayaan di dalam Dia (Kol. 2:9-10).

Pegawai istana itu datang kepada Yesus dan meminta pertolongan atas anaknya. Ketika kita datang kepada Yesus, Ia akan memberi jawaban kepada kita. Firman Tuhan berkuasa dalam hidup kita. Firman sama dengan makanan rohani kita. Firman Tuhan adalah pelita bagi kaki kita (Mzm. 119:105). Ketika firman itu masuk, kita ada dalam terang Tuhan dan berjalan di dalam Dia. Telinga itu penting. Datanglah kepada-Nya setiap hari untuk mendengar apa yang ingin dikatakan oleh Yesus kepada kita. Kita harus bisa mendengar dan melakukan apa yang dikatakan-Nya. Contohnya seperti ketika Yesus berkata kepada pegawai istana itu: “Pulanglah, anakmu sudah sembuh”. Pegawai istana itu mendengar dan kemudian percaya akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu ia pulang.

Sesampainya di rumah, ia mendapati anaknya telah sembuh dan waktu kesembuhannya bersamaan dengan saat di mana Yesus berbicara untuk menyuruhnya pulang karena anaknya telah sembuh. Apakah kita percaya apa yang dikatakan oleh Firman Allah? Firman-Nya akan digenapi satu persatu tanpa terkecuali. Semua janji Tuhan adalah ya dan amin. Kurang lebih ada 30.000 janji Tuhan dalam Alkitab. Semuanya itu akan digenapi. Apa kita sudah membaca? Mari membaca dan meyakini bahwa semua janji Tuhan akan digenapi dan pasti kita alami.

Dalam Mat. 21:22 dikatakan bahwa apapun yang kita doakan, ketika kita percaya, kita akan menerimanya. Kita harus percaya dengan cara demikian, maka Allah akan menggenapi janji-Nya dalam hidup kita. Dalam Yesus semuanya amin (2 Kor. 1:20). Mari kita datang kepada Tuhan, dengar apa yang Tuhan katakan kepada kita, dan percayalah! Apa yang Tuhan katakan, itulah yang penting. Apa yang Alkitab katakan, mari kita mau percaya karena itu pasti terjadi. Jangan takut, jangan sungkan sebab Tuhan tidak berubah. Tuhan mendengar doa kita dan tidak memandang bulu (Rom 2:11). Ia mengasihi kita semua.

Ketika murid-murid menangkap ikan, sepanjang malam mereka menebar jala namun tidak mendapat apa-apa. Ketika Yesus melihat mereka, Yesus menyuruh mereka untuk ke tempat yang lebih dalam dan menebar jala di situ (Luk. 5:5). Ketika mereka menebarkan jalanya, jala itu dipenuhi oleh banyak ikan. Ketika kita taat, maka akan terjadi mujizat. Segala kebutuhan kita terpenuhi. Mzm. 23:6 berkata: “Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa”. Marilah kita masuk dalam hadirat-Nya dan menikmati kelimpahan Allah! Tuhan Yesus memberkati. (KS)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *