PILIHAN – PANGGILAN – RESPON (Choice – Calling – Respons)

Sabtu, 20 Juli 2019

Pdt. Simon Kostoro

  1. CHOICE (Pilihan)

Dalam Kej 12 : 1 kita dapat melihat asal mula dari bangsa Israel, yaitu berasal dari seseorang yang bernama Abram.  Dalam Kej 11 : 27 dituliskan bahwa Abram adalah anak Terah dan Abram memiliki 2 orang saudara yaitu Nahor dan Haran. Tapi mengapa dari ketiga bersaudara ini yang dipilih adalah Abram? Alkitab tidak menuliskan mengapa yang dipilih adalah Abram, tapi inilah pilihan Allah. Pilihan (choice) adalah hak prerogatif dari Allah dan kita tidak perlu bertanya-tanya mengapa karena pilihan itu misteri Allah. Dalam Yoh 15 : 16 dikatakan bukan kita yang memilih Allah, tetapi Allah yang memilih kita. Satu-satunya alasan mengapa Allah memilih Abram dan juga memilih kita adalah karena kasih. Dalam Mal 1 : 2 – 3 dituliskan bahwa Allah mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau. Allah bukan tidak adil atau “pilih kasih” tetapi Ia melakukan “pilihan kasih”.

Namun satu hal yang perlu kita sadari adalah bahwa Allah begitu mengasihi kita karena kita dipilih sejak dalam kandungan (Gal 1 : 15). Allah bahkan sudah memilih kita sebelum dunia dijadikan (Ef 1 : 4) karena Allah kita adalah Allah yang hebat dan Maha Tahu hingga Raja Daud mengatakan bahwa ia tidak dapat menyelami pikiran Allah. Oleh karena itu kita harus menghargai pilihan Allah, Ia yang telah memilih kita dari sekian banyak orang supaya kita menjadi serupa dengan AnakNya (Rom 8 : 29) sehingga kita bisa menikmati kekekalan dan tinggal bersama Allah untuk selama-lamanya.

2. CALLING (Panggilan)

Setelah kita dipilih, maka selanjutnya kita dipanggil. Sama seperti Abram dipanggil Allah untuk pergi dari negeri dan sanak saudaranya (Kej 12 : 1), kita juga dipanggil untuk mengikut Dia. Ada 2 jenis “panggilan” yang diberikan kepada kita, yaitu :

  • Panggilan Sorgawi (Heavenly Calling) – Fil 3 : 14, Ibr 3 : 1

Disebut panggilan sorgawi karena panggilan itu berasal dari sorga dan membawa kita ke sorga.

  • Panggilan Kudus (Holy Calling) – 2 Tim 1 : 9

Disebut panggilan kudus karena panggilan itu berasal dari Allah yang Maha Kudus dan untuk mengajak kita hidup dalam kekudusan.

Panggilan yang diberikan Allah bukan panggilan yang sembarangan, oleh karena itu Paulus menuliskan dalam Ef 4 : 1 supaya hidup kita berpadanan (sesuai) dengan panggilan itu. 

3. RESPONS (Tanggapan)

Respon adalah tanggung jawab manusia. Keselamatan kita bukan semata-mata tanggung jawab Tuhan, tetapi tanggung jawab kita juga karena keselamatan bergantung dari respon kita. Dalam Kej 24 dituliskan bahwa Abraham mengutus Eliezer untuk mencarikan istri bagi Ishak dari antara sanak saudaranya. Tuhan memimpin perjalanan Eliezer sehingga ketika ia tiba di tanah kelahiran Abraham, maka ia bertemu dengan Ribka, seorang gadis yang perkasa dan ringan tangan. Dalam Kej 24 : 58 kita dapat melihat respon Ribka ketika Eliezer meminta Ribka untuk menjadi istri Ishak, yaitu ia menjawab “mau”. Seringkali pertolongan Tuhan belum dinyatakan karena Ia menunggu respon kita hingga kita mengatakan “yes Lord” (ya Tuhan). Nabi Yesaya mendapat penglihatan tentang tahta Allah, para Serafim, dan kemuliaan Allah (Yes 6), kemudian Tuhan bertanya siapakah yang akan Kuutus dan Yesaya merespon dengan menjawab “ini aku, utuslah aku!” (Yes 6 : 8). Yesus juga pernah dihadapkan dengan pilihan dan Ia merespon dengan memberikan tubuhNya kepada Allah (Ibr 10 : 6 – 7). Tuhan mau agar kita merespon panggilanNya dengan percaya dan taat (Ibr 11 : 8). Ketika kita merespon panggilan Tuhan itu maka kita akan dibenarkan dan dimuliakan sehingga kita siap menyambut kedatangan Tuhan (Rom 8 : 30). (LC)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *