Satu Hati Memberitakan Injil

Ibadah Minggu Sore, 4 November 2018

Rev. Dr. Andrew Tsai – Taiwan


Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini. Filipi 1:5

Gereja Filipi adalah sebuah gereja yang cukup besar di daerah Makedonia. Filipi merupakan gereja pertama yang didirikan oleh Paulus di dataran Eropa dalam perjalanan penginjilannya yang kedua sekitar tahun 52. Jemaat Filipi adalah jemaat yang taat dan rendah hati, mereka saling mengasihi, senang mendengar firman dan selalu bersehati di dalam Berita Injil. Yang dimaksud dengan Berita Injil adalah berita baik, yang tidak lain adalah berita mengenai Yesus Kristus, Anak Allah (Mrk. 1:1).

Yesus adalah berita terbaik bagi umat manusia. Karena Ia adalah awal dari segala kehidupan, maka jawaban atas semua problem manusia ada di dalam pribadi Yesus. Dunia ini sudah diikat dan dikuasai oleh kegelapan. Bila kita mau lepas dari kuasa kegelapan, maka kita harus naik lebih tinggi dari dunia ini. Dan yang ada di atas dunia ini adalah Yesus, Sang Terang. Dengan berada di dalam Dia, maka kita akan menjadi ciptaan yang baru, di mana kegelapan itu tidak lagi menguasai diri kita. Dan kita akan dibawa naik tinggi pada hidup yang berkelimpahan.

Perkataan manusia tidak dapat dipegang seratus persen, namun kepada firman Tuhan kita dapat percaya sepenuhnya. Firman-Nya adalah ya dan amin! Untuk segala sesuatu di muka bumi ini ada waktunya (Pkh. 3:1), tetapi kita tidak perlu takut sebab semuanya itu ada dalam kendali atau waktu Tuhan. Pekerjaan Iblis sehebat apapun tidak akan dapat menghalangi kuasa dan terang Berita Injil. Bukankah tempat yang tergelap sekalipun akan menjadi terang bila ada lampu atau lilin yang dinyalakan? Demikian juga dengan keberadaan Kristus dalam hidup manusia; ketika Berita Injil dinyatakan, maka kegelapan dunia ini menjadi sirna.

Injil adalah berita sukacita. Ketika seseorang percaya kepada Injil, yang tidak lain adalah Yesus sendiri, maka akan ada damai dan sukacita yang mengalir dalam hatinya. Inilah salah satu kuasa yang nyata dari Berita Injil. Ada sebuah kisah dalam Kis. 16:16-18 ketika Paulus dan Silas pergi ke tempat sembahyang. Ada seorang perempuan yang memiliki roh tenung yang mengikuti Paulus dan Silas dan meninggi-ninggikan mereka. Namun Paulus tahu ada roh Iblis di balik pujian-pujian itu, maka Paulus mengusir roh tenung itu keluar dari perempuan itu, sebab ia sadar bahwa hanya Tuhan yang layak disembah.

Peristiwa ini seharusnya menjadi hal yang menggembirakan karena seseorang telah terlepas dari kuasa kegelapan. Namun apa yang terjadi? Tuan-tuan dari perempuan itu justru marah, karena mereka sebelumnya memperoleh kekayaan dari roh tenung itu (ayat 19). Tuan-tuan itu menyeret dan menyiksa Paulus dan Silas, kemudian memasukkan mereka ke dalam penjara. Tindakan baik kita bisa saja dibalas dengan kejahatan oleh orang lain. Ketika kita memberitakan Injil, ada resiko kita akan menerima aniaya. Namun jangan takut! Tuhan akan menolong dan menyatakan kemuliaan-Nya melalui penderitaan yang kita alami!

Paulus dan Silas dalam keadaan terluka ketika dimasukkan ke dalam penjara. Mereka bisa saja mengeluh atau menyalahkan Tuhan atas penderitaan yang mereka alami. Namun mereka justru melakukan yang sebaliknya. Di tengah malam mereka malah menyanyikan lagu pujian kepada Tuhan. Dan mujizat terjadi! Penjara itu goyang sehingga semua rantai yang mengikat mereka terlepas. Paulus dan Silas bisa saja menggunakan kesempatan ini untuk melarikan diri. Namun kesempatan itu justru dipergunakannya untuk memberitakan Injil kepada kepala penjara, sehingga malam itu kepala penjara dan seisi rumahnya menjadi percaya.

Ternyata penderitaan itu berguna! Mengapa? Sebab ada kehendak dan rencana Tuhan di dalamnya. Ketika memberitakan Injil kita dapat menikmati kemuliaan dan berkat, namun ada kalanya kita diperhadapkan pada penderitaan dan kesulitan. Tapi satu hal yang pasti, ketika Injil diberitakan pasti ada ikatan yang terlepas. Itulah yang Tuhan janjikan dalam Mrk. 16:31 kepada kita mau memberitakan Injil. Allah akan menyertai kita dengan berbagai tanda dan mujizat yang heran, sehingga ada kesaksian yang indah tentang Kristus.

Memberitakan Injil adalah perbuatan yang membuktikan iman percaya kita kepada Tuhan. Kita telah mengetahui bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati, sama seperti tubuh yang tanpa roh. Kita telah mendengar Injil dan menjadi percaya, itulah yang disebut iman. Sebagai pengikut Kristus kita tahu bahwa kita harus memberitakan Injil, dan ketika kita mau melakukannya, itulah yang disebut dengan perbuatan. Sama seperti cek yang baru bernilai ketika dibawa ke bank dan diuangkan, demikian juga dengan iman kita yang baru akan berguna jika dipergunakan untuk memberitakan Injil.

Perhatikan Rm. 1:16-17! Pemberitaan Injil bertolak dari iman, dan Injil itu adalah kekuatan Allah yang akan menyelamatkan setiap orang yang percaya. Karena itu setiap kali kita melihat orang yang belum percaya, seharusnya hati kita gelisah sebab kita berhutang Injil kepadanya. Memberitakan Injil memang terkadang terasa berat, karena itu jangan bekerja seorang diri, melainkan bersama-sama dalam kesehatian. Ada sebuah contoh yang indah dalam Mrk. 2 mengenai orang lumpuh yang diangkat oleh empat orang temannya untuk bertemu Yesus.

Empat orang ini tentu memiliki kekuatan dan tinggi yang tidak sama, tapi mereka bekerja sama dengan baik untuk membawa teman mereka yang lumpuh itu sampai di tujuan. Ketika mereka sampai di rumah tempat Yesus ada, mereka tidak bisa masuk, namun mereka tidak putus asa. Sekali lagi mereka bekerja sama untuk menaikkan teman mereka itu ke atap dan menurunkannya di hadapan Yesus. Akhirnya Yesus pun menyembuhkan teman mereka itu. Apakah berhenti di situ? Tentu tidak! Karena mereka yang membongkar atap rumah itu, tentu mereka yang harus membetulkannya kembali, atau dengan lain kata diperlukan biaya.

Dalam memberitakan Injil tentu ada yang harus kita korbankan, mulai dari perasaan, tenaga, waktu, bahkan terkadang harta kita. Namun bukankah kasih tidak dapat kita hitung nilainya? Gereja Filipi pun banyak berkorban untuk mendukung pelayanan Paulus, padahal mereka bukanlah gereja yang kaya. Tapi mereka selalu memberikan persembahan kepada Paulus dengan sukacita supaya Paulus bisa fokus pada pemberitaan Injil. Dan Tuhan memperhatikan kasih jemaat Filipi, sehingga jemaat ini pun diberkati secara luar biasa oleh Tuhan.

Sebagai orang yang telah percaya kita harus ingat bahwa ada satu kebutuhan yang besar di dunia ini, yaitu kebutuhan untuk mendengar Berita Injil. Maukah kita ambil bagian di dalamnya? Beritakan Injil dengan sukacita, meskipun ada penderitaan yang harus kita tanggung. 2 Kor. 6:10 berkata: “sebagai orang berdukacita, namun senantiasa bersukacita; sebagai orang miskin, namun memperkaya banyak orang; sebagai orang tak bermilik, sekalipun kami memiliki segala sesuatu.” Percayalah semuanya itu tidak ada yang sia-sia, sebab Tuhan memperhitungkannya! Tuhan Yesus memberkati! (XY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *